
Marabahan (MAN 1 Barito Kuala) – Dalam upaya memperkuat pembiasaan keagamaan dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Saw., seluruh murid MAN 1 Barito Kuala mengikuti pembacaan Dala'il Al-Khayrat di Aula MAN 1 Barito Kuala, Kamis (27/08/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh M. Yuhyil Husna, M.Pd.I., yang juga merupakan Koordinator Keagamaan MAN 1 Barito Kuala, dan diikuti seluruh murid secara bersama-sama. Pembacaan Dala'il Al-Khayrat menjadi salah satu sarana bagi murid untuk mengenal rangkaian shalawat dan doa yang disusun oleh Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman bin Abdirrahman Al-Jazuli As-Simlali, seorang ulama dan sufi yang dikenal memiliki kecintaan mendalam kepada Rasulullah Saw.
Imam Al-Jazuli dikenal sebagai salah satu tokoh besar dalam tradisi shalawat di kawasan Maghrib, khususnya Maroko. Beliau diperkirakan lahir sekitar 807 H/1404 M di wilayah Sus, Maroko, dan wafat pada 870 H/1465 M. Dalam perjalanan keilmuannya, beliau menuntut ilmu kepada sejumlah ulama pada zamannya dan melakukan perjalanan untuk memperdalam berbagai bidang ilmu agama, khususnya fikih, hadis, dan tasawuf. Kecintaan yang kuat kepada Rasulullah Saw. serta perhatian besarnya terhadap shalawat kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual beliau hingga lahir karya Dala'il Al-Khayrat, yang kemudian dikenal luas dan menjadi bagian dari tradisi pembacaan shalawat di berbagai kalangan umat Islam.
Dalam tradisi biografi Imam Al-Jazuli, terdapat kisah yang populer di kalangan pembaca Dala'il Al-Khayrat tentang pengalaman beliau ketika mengalami kesulitan mendapatkan air untuk berwudu. Dalam kisah tersebut, seorang anak perempuan menunjukkan tempat air dan membantunya, kemudian anak tersebut memuji Rasulullah Saw. dengan penuh kecintaan. Peristiwa tersebut dalam riwayat yang berkembang disebut menjadi salah satu pengalaman yang semakin mendorong Imam Al-Jazuli untuk memperdalam shalawat dan kecintaannya kepada Rasulullah Saw. M. Yuhyil Husna, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pengenalan Dala'il Al-Khayrat kepada murid diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi juga menjadi sarana memahami nilai kecintaan kepada Rasulullah. “Melalui kegiatan ini, kita ingin membiasakan anak-anak dekat dengan shalawat sekaligus mengenal khazanah keislaman. Harapannya, kecintaan kepada Rasulullah dapat tumbuh dalam hati dan tercermin dalam akhlak serta perilaku mereka sehari-hari,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Barito Kuala, H. Hair, S.Ag., M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembacaan Dala'il Al-Khayrat yang diikuti seluruh murid tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama memiliki peran penting dalam membangun suasana religius dan membentuk karakter murid. “Pembacaan Dala'il Al-Khayrat menjadi salah satu ikhtiar madrasah untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi keislaman kepada murid. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan terhadap shalawat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan membentuk akhlak yang semakin baik,” tuturnya. Melalui kegiatan tersebut, MAN 1 Barito Kuala terus berupaya menghadirkan pembiasaan keagamaan yang dapat memperkuat iman, karakter, dan kecintaan murid kepada Rasulullah Saw.